Berita PertanianPegunungan / HutanTanaman Liar

Kayu Besi Asal Kalimantan Yang Hampir Punah

Pohon Ulin merupakan pohon yang sangat populer dari hutan Kalimantan Timur dengan ciri khas kayu yang keras dan kuat, warna gelap, dan tahan terhadap air laut, sehingga tidak aneh nama lainnya adalah pohon kayu besi.

Nama lain dari pohon ulin adalah pohon kayu besi dan sebenarnya, pohon ulin (eusideroxylon zwageri) adalah keliru satu pohon yang populer dari hutan Kalimantan Timur dengan ciri kayu yang keras dan kuat, warna gelap, dan tahan terhadap air laut.

Tinggi pohon ulin bisa mencapai 50 meter dengan diameter sampai 120 cm. Selain itu, pohon ini banyak ditemukan di dataran rendah. Ulin terhadap kebanyakan punya tinggi pohon sekitar 30- 35 meter bahkan hingga 50 meter, dengan diameter setinggi dada yaitu 60 cm sampai 120 cm, punya batang lurus berbanir, tajuk berwujud bulat dan rapat dan juga punya percabangan yang mendatar. Pohon ini banyak ditemukan di daerah dataran rendah.

Pohon ini tumbuh secara alami di Pulau Kalimantan, Sumatra bagian timur dan selatan, Pulau Bangka dan Belitung. Kayu ulin sebetulnya terlampau kuat sehingga digemari oleh masyarakat Indonesia.

Selain itu kayu ulin populer dengan ketahanan terhadap perubahan suhu, kelembapan, dan juga tahan kepada dampak air laut, gara-gara sebetulnya sifatnya kayunya yang berat dan keras. Kayu ulin terhitung tahan dapat serangan rayap dan serangga penggerek batang.

baca juga : Kemarau Panjang Sebabkan Gagal Panen, Daniel Johan Dorong Adanya Insentif bagi Petani

Martawijaya et al. (1989) memperlihatkan bahwa kayu ulin terlampau kuat dan awet, dengan kelas kuat I dan kelas awet I, berat type 1,04. Kayu ulin tahan dapat serangan rayap dan serangga penggerek batang, tahan dapat perubahan kelembapan dan suhu dan juga tahan pula terhadap air laut. Karena ketahanannya tersebut maka lumrah terkecuali dikatakan kayu ulin, kayu sepanjang masa dan kayu primadona. Kayu ini terlampau sulit dipaku dan digergaji namun gampang dibelah.

Karena populer kuatnya, pohon ulin digunakan untuk bahan baku membuat tempat tinggal bagi warga Kalimantan yang bermukim di daerah rawa dan perairan. Bahkan hampir semua tempat tinggal di lokasi itu memanfaatkan bahan dari kayu ini.

Misalnya atap sirap yang dibuat dari potongan tipis kayu ulin. Selain itu kayu besi ini terhitung dimamfaatkan untuk bangunan konstruksi jembatan, tiang listrik, papan lantai, bantalan rel, pancang dermaga, saluran air, terhitung lambung kapal.

Selain itu Departemen Kehutanan (1992) memperlihatkan bahwa kayu ulin ini merupakan keliru satu type kayu mewah/indah yang masuk dalam daftar type pohon untuk ditanam untuk berbagai tujuan.

Kayu ini sering digunakan untuk bahan pembuatan patung yang dipergunakan dalam upacara adat. Selain patung, kayu ulin terhitung digunakan untuk bahan basic gagang ‘mandau’ atau 16 senjata khas Suku Dayak.

baca juga : Ini 7 Manfaat Daun Putri Malu yang Jarang Diketahui

Kayu ulin sebetulnya dipercaya punya kekuatan magis dibandingkan dengan kayu dari type lainnya. Karena punya kekuatan magis tinggi, tersedia keputusan di mana tiap tiap komunitas perlu menanam, 1-2 pohon ulin tiap keluarga.

Selain dari sisi magis, kayu ini dipilih gara-gara punya kemampuan layaknya batu, sehingga lebih awet. Misalnya kendi dari ulin yang dibuat oleh Suku Dayak sering digunakan untuk menaruh bahan makanan layaknya santan atau bahan makanan lainnya yang rentan dengan basi.

Di TN Kutai terdapat pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri) yang berukuran raksasa dengan diameter 2,47 meter dan tinggi ± 20 m yang berumur ± 1.000 tahun. Dan di TN Kutai terhitung masih dapat dijumpai type vegetasi hutan ulin yang tutupan vegetasinya di dominasi oleh pohon ulin.